Kamis, 02 Juni 2016

KITA YANG BEDA

Setiap orang pasti pernah mengalami jatuh cinta dan patah hati. Mau tidak mau, suka tidak suka, siap tidak siap. Yang jadi inspirasi saya menulis kali ini adalah tentang kisah cinta.....yang berbeda. Bukan dari cerita pribadi, ini kisah dari orang-orang disekitar saya yang entah mungkin belum menemukan jawaban atas semua pertanyan-pertanyaan tentang sebuah perbedaan yang tidak ada jalan keluarnya. Jadi mungkin omong kosong ini akan membantu menjawab pertanyaan kalian, atau mungkin malah menambah keruwetan, entahlah kita lihat saja.

Katanya, Tuhan itu satu, tapi kenapa dalam hal penyebutan saja harus berbeda? Bukankah Tuhan itu satu? Mengapa tak kita seragamkan saja penyebutannya? Katanya semua agama itu saja mengajarkan tentang kebaikan dalam hidup. Tapi mengapa dalam agamamu anjing sesuatu yang halal sedangkan agamaku mengharamkannya? Bahkan dalam hal mendasar saja sudah berbeda. Apakah semua agama masih sama? Sayang, apakah kita masih sama? Katanya semua ibadah itu sama-sama menyembah Tuhan, hanya caranya saja yang berbeda, lalu jika aku sehari 5 kali dan kau mungkin seminggu sekali, apakah kita sama dekatnya dengan Tuhan? Sayang, apakah kita masih sama?
Katanya perbedaan itu indah, tetapi mengapa perbedaan kita rasanya tidak adil dan menyakitkan? Apakah perbedaan masih indah?  Lalu seseorang pernah berkata kepadaku bahwa setiap rasa cinta dalam hati manusia itu fitrah Tuhan, lalu mengapa agama kita tidak memperbolehkan kita mencoba bersama? Sayang, maukah kamu bertanya pada Tuhanmu, bolehkah aku yang bukan umatnya mencintai hambanya? Sebab banyak yang bilang keyakian adalah pondasi dan hubungan berbeda pondasi tidak akan pernah berhasil. Lalu mengapa Tuhan kita menumbuhkan cinta dihati manusia beda keyakinan ini?

Mungkin benar kata sebuah lagu legendaris jika kau pernah mendengar, seandainya didunia ini tidak ada agama pasti tidak ada kotak-kotak yang memisahkan, semua sama, semua rata. Tapi lagi-lagi kita tidak memiliki kekuatan seperti itu untuk membuatnya sedemikian rupa. Tuhan memiliki rencananya sendiri, yang kau tau, ataupun yang tidak. Kau hanya perlu berbaik sangka pada setiap kesengajaan yang Ia gariskan dalam hidupmu. Kamu mungkin lelah, karena hatimu berkali-kali patah, dan semua harapanmu musnah. Tapi Tuhan sebaik-baik penentu arah dan pemilik rencana. Percayalah semuanya akan baik-baik saja jika kamu mau percaya setiap kesengajaan yang Ia ciptakan.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar