Setiap orang pasti pernah mengalami
jatuh cinta dan patah hati. Mau tidak mau, suka tidak suka, siap tidak siap.
Yang jadi inspirasi saya menulis kali ini adalah tentang kisah cinta.....yang
berbeda. Bukan dari cerita pribadi, ini kisah dari orang-orang disekitar saya
yang entah mungkin belum menemukan jawaban atas semua pertanyan-pertanyaan
tentang sebuah perbedaan yang tidak ada jalan keluarnya. Jadi mungkin omong
kosong ini akan membantu menjawab pertanyaan kalian, atau mungkin malah
menambah keruwetan, entahlah kita lihat saja.
Katanya, Tuhan itu satu, tapi kenapa
dalam hal penyebutan saja harus berbeda? Bukankah Tuhan itu satu? Mengapa tak
kita seragamkan saja penyebutannya? Katanya semua agama itu saja mengajarkan
tentang kebaikan dalam hidup. Tapi mengapa dalam agamamu anjing sesuatu yang
halal sedangkan agamaku mengharamkannya? Bahkan dalam hal mendasar saja sudah
berbeda. Apakah semua agama masih sama? Sayang, apakah kita masih sama? Katanya
semua ibadah itu sama-sama menyembah Tuhan, hanya caranya saja yang berbeda,
lalu jika aku sehari 5 kali dan kau mungkin seminggu sekali, apakah kita sama
dekatnya dengan Tuhan? Sayang, apakah kita masih sama?
Katanya perbedaan itu indah, tetapi
mengapa perbedaan kita rasanya tidak adil dan menyakitkan? Apakah perbedaan
masih indah? Lalu seseorang pernah
berkata kepadaku bahwa setiap rasa cinta dalam hati manusia itu fitrah Tuhan,
lalu mengapa agama kita tidak memperbolehkan kita mencoba bersama? Sayang,
maukah kamu bertanya pada Tuhanmu, bolehkah aku yang bukan umatnya mencintai
hambanya? Sebab banyak yang bilang keyakian adalah pondasi dan hubungan berbeda
pondasi tidak akan pernah berhasil. Lalu mengapa Tuhan kita menumbuhkan cinta
dihati manusia beda keyakinan ini?
Mungkin benar kata sebuah lagu
legendaris jika kau pernah mendengar, seandainya didunia ini tidak ada agama
pasti tidak ada kotak-kotak yang memisahkan, semua sama, semua rata. Tapi
lagi-lagi kita tidak memiliki kekuatan seperti itu untuk membuatnya sedemikian
rupa. Tuhan memiliki rencananya sendiri, yang kau tau, ataupun yang tidak. Kau
hanya perlu berbaik sangka pada setiap kesengajaan yang Ia gariskan dalam
hidupmu. Kamu mungkin lelah, karena hatimu berkali-kali patah, dan semua
harapanmu musnah. Tapi Tuhan sebaik-baik penentu arah dan pemilik rencana.
Percayalah semuanya akan baik-baik saja jika kamu mau percaya setiap
kesengajaan yang Ia ciptakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar