Senin, 06 Juni 2016

DI SISA HATI

Aku
Adalah pemilik takut paling tak masuk akal perihal kepergianmu.
Nyatanya setelah pernah patah
Mencintaimu tak penah menjadi hal yang mudah
Setidaknya bagiku
Traumaku menjadi semakin pekat, menghitam dan meninggi ke permukaan
Sering terbersit untuk menyerah dan beranjak
Mengusir secuil cerita kita.
Melupakan segala rasa.
Dan membunuh semua cinta.
Aku tak pernah siap untuk menjatuhkan lagi.
Mempercayakan lagi, pada mahkluk bermulut manis bernama lelaki.
Tetapi hanya karena senyumanmu di pagi hari itu.
Aku mengaku kalah.
Dan memilih mencoba percaya kembali.
Dengan sisa hati.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar