Aku
Adalah
pemilik takut paling tak masuk akal perihal kepergianmu.
Nyatanya
setelah pernah patah
Mencintaimu
tak penah menjadi hal yang mudah
Setidaknya
bagiku
Traumaku
menjadi semakin pekat, menghitam dan meninggi ke permukaan
Sering
terbersit untuk menyerah dan beranjak
Mengusir
secuil cerita kita.
Melupakan
segala rasa.
Dan
membunuh semua cinta.
Aku tak
pernah siap untuk menjatuhkan lagi.
Mempercayakan
lagi, pada mahkluk bermulut manis bernama lelaki.
Tetapi
hanya karena senyumanmu di pagi hari itu.
Aku
mengaku kalah.
Dan
memilih mencoba percaya kembali.
Dengan
sisa hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar